Tradisi Potong Jari, Tanda Berkabung Di Suku Dani

Posted on
Tanpa banyak diketahui oleh banyak orang,  saat ini masih ada banyak sekali berbagai macam suku yang mendiami seluruh wilayah Indonesia dan tersebar dari Sabang sampai Merauke. Beragam suku menjadi salah satu ikon penghidupan karakteristik budaya serta tradisi yang ada di Indonesia, setiap suku pasti memiliki tradisi yang berbeda-beda dan setiap suku memiliki kepercayaan dan penganutan yang juga berbeda-beda. Seperti halnya salah satu suku yang ada di sebuah wilayah pegunungan Tengah di Papua Indonesia memiliki nama suku Dani,  Suku Dani telah menjadi salah satu suku dari sekian banyaknya suku bangsa yang terdapat atau bermukim di wilayah Papua Indonesia. Suku ini memiliki sebuah tradisi yang cukup mengerikan, yaitu Tradisi Potong Jari.
tradisi potong jari
Warga Suku Dani menunjukkan jari – jarinya yang sudah tidak utuh

Suku Dani mendiami Kabupaten Jayawijaya dan Puncak Jaya

Suku Dani tepatnya mendiami keseluruhan Kabupaten Jayawijaya serta sebagian Kabupaten Puncak Jaya, suku dani merupakan suatu suku yang masih melestarikan tradisi dan budayanya, ini tentu tidaklah terjauhkan dari adanya suatu wilayah yang masih sangatlah asri dan seperti yang telah kita tau jika di timur Nusantara yaitu kawasan Papua memiliki potensi alam yang sangat luar biasa dan sangatlah sedikit yang masih dijamah dan didatangi oleh para wisatawan serta sebagian besar wilayah yang ada di Papua masih belum terkenal.
Suku Dani ini pertama kali diketahui di Lembah Baliem yang sudah berabad-abad ratusan tahun yang lalu,  seringkali suatu suku akan mempercayai dan menghormati serta terus melaksanakan berbagai macam kebiasaan dari nenek moyang terdahulu dan sama seperti halnya Suku Dani ini yang masih mempercayai kebiasaan dan tradisi yang dilakukan oleh nenek moyang salah satunya dengan tradisi potong jari dan daun telinga.  Dan inilah yang menjadi salah satu daya tarik dan keunikan tersendiri dari suku dani yang mendiami kawasan Jayawijaya Papua.

Tradisi Potong Jari sebagai ungkapan rasa sedih

Seringkali masyarakat Suku Dani akan memotong satu ruas jari atau daun telinganya saat ditinggal kerabat dekat, hal ini menjadi salah satu cara dan tujuan untuk menunjukkan betapa mereka sangat kehilangan orang yang mereka sayangi dan kehilangan kerabat dekatnya tersebut,  sebab dalam adat suku dani jari lebih diartikan sebagai sebuah kerukunan dan kekuatan dari diri manusia, dan berbagai macam perbedaan dari tiap ruas jari memiliki sebuah kesatuan untuk bisa meringankan beban pekerjaan manusia yang jika diartikan saling tolong-menolong akan  bisa mempermudahkan antara satu manusia dengan manusia yang lain.
Melalui kepercayaan itulah yang membuat masyarakat suku dani mempercayai jika saling bekerja sama dan membangun sebuah kerukunan maka bisa membuat tangan dan jari-jari berfungsi dengan sempurna, jadi saat sebuah tangan kehilangan satu ruasnya maka bisa mengakibatkan tidak maksimalnya tangan dalam bekerja,  dengan begitu dapat disimpulkan jika ada salah satu komponen yang hilang maka hilang juga komponen kebersamaan itu dan hal itu yang mendasari masyarakat suku dani memotong jari mereka dan merasa kehilangan keluarganya.
tradisi indonesia
Jumlah ruas jari yang hilang mewakili jumlah kerabat yang telah meninggal
Dan uniknya lagi para masyarakat suku dani mempercayai jika seseorang yang sudah mati masih memiliki hubungan dengan seseorang yang masih hidup, dengan begitu agar hubungannya tersebut menjadi lebih seimbang maka masyarakat suku dani yang masih hidup harus menyerahkan sebagian dari rohnya kepada orang yang meninggal tersebut yaitu melalui mengorbankan dan menyerahkan sebagian dari ruas jarinya untuk dipotong.
Pada prosesi pemotongan ruas jari di masyarakat suku dani ini diawali dengan suatu upacara setelah itu tangan akan diikat antara sela-sela jari agar bisa diputar dan tidak mengeluarkan banyak darah,  pada saat itu pula Ayah, Ibu atau saudara dekat akan mengambil Parang untuk melakukan pemotongan dan sebelum melakukan pemotongan ruas jari para wanita akan membacakan suatu doa khusus. Dan kepercayaan dari turun temurun nenek moyang dari masyarakat suku dani ini masih sangat terjaga hingga saat ini.

Demikian artikel kami mengenai Tradisi Potong Jari, Tanda Berkabung Di Suku Dani. Semoga dapat bermanfaat dan terima kasih.