Pengalaman Berkunjung ke Keraton Kasepuhan Cirebon

Posted on

Pengalaman Berkunjung ke Keraton Kasepuhan Cirebon. Cirebon merupakan salah satu tempat di Indonesia yang merupakan kerajaan. Memang sih, selama ini jika kita ngomongin kerajaan yang ada di Jawa pasti tidak jauh dari Jogja dan Solo. Ya tidak salah sih, karena kedua tempat tersebut merupakan wilayah dengan kerajaan yang masih aktif hingga saat ini. Mungkin banyak yang belum tau mengenai adanya kerajaan lain yang masih aktif di kawasan Jawa Barat. Oleh karena itu, kali ini masbei.com akan membahas mengenai pengalaman berkunjung ke Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat.

Tentang Keraton Kasepuhan Cirebon, Kanoman dan Kacirebonan

keraton kasepuhan cirebon
Patung sepasang singa yang ada di depan bangunan utama keraton

Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan satu diantara 3 keraton yang ada di Kota Cirebon. Dua keraton lainnya adalah Keraton Kanoman dan Keraton Kacirebonan. Ketiga keraton ini terletak pada lokasi yang berdekatan. Pada mulanya, ketiga kerajaan ini merupakan satu kerajaan yaitu Kasultanan Cirebon. Namun, karena ulah Belanda, Kasultanan Cirebon dipecah menjadi Kasepuhan dengan Raja bergelar Sultan Sepuh, dan Kanoman dengan Raja bergelar Sultan Anom.

Karena Sultan Anom IV melakukan perlawanan terhadap Belanda, maka beliau diperangi oleh Belanda dan berhasil ditangkap dan diasingkan ke Ambon. Namun, setelah diasingkannya Sultan Anom IV, perlawanan terhadap Belanda justru semakin membara. Oleh karena itu, Sultan Anom IV dikembalikan dari pengasingannya. Pada saat itu, kekosongan posisi Raja Kanoman  telah digantikan oleh adik Sultan Anom IV. Berdasarkan keputusan keluarga keraton, akhirnya diputuskan Sultan Anom IV diberikan kekuasaan berupa Kasultanan Kacirebonan. Oleh karena itu, timbul kerajaan ketiga di Cirebon yaitu Kasultanan Kacirebonan dengan raja bergelar Sultan Kacirebonan.

baca juga : Wisata Murah Meriah di Kota Tua Jakarta

Bangunan Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon merupakan keraton termegah dan paling terawat di Cirebon. Bangunan keraton ini memiliki struktur yang mirip dengan Keraton Mataram / Kasultanan Jogja dan Kasunanan Solo. Konon memang arsitektur Kasultanan Cirebon menjadi kiblat pembangunan Keraton Mataram Islam.

Halaman Depan

Pada halaman Keraton terdapat sebuah alun – alun. Alun – alun ini memiliki fungsi sebagai tempat berkumpulnya masyarakat, gladi / latihan para prajurit dan sebagainya. Kemudian terdapat sebuah parit / sungai yang memisahkan alun-alun dengan kompleks keraton. Fungsi sungai ini untuk menghambat musuh saat akan memasuki bangunan keraton.

wisata cirebon
Gapura keraton yang terbuat dari bata merah dan memiliki arsitektur khas Majapahit

Memasuki kompleks keraton, kita akan menemui gapura yang terbuat dari bata merah. Gapura ini mengingatkan kita pada bangunan gapura yang ada di kawasan kerajaan Majapahit. Kemudian kita akan masuk ke Sitinggil. Bangunan ini berfungsi sebagai tempat Raja beserta keluarga melihat kegiatan di alun – alun.

sitinggil
Sitinggil yang merupakan singkatan dari Siti Inggil yang berarti tanah yang tinggi

Bagian Dalam Kompleks Keraton

Di bagian dalam Keraton Kasepuhan Cirebon, ada bangunan yang bernama Langgar Agung. Dalam Bahasa Indonesia, Langgar Agung berarti Musholla Besar. Sesuai dengan namanya, bangunan ini berfungsi sebagai tempat beribadah keluarga kerajaan.

kraton cirebon
Ornamen pada pintu di kompleks keraton
keraton cirebon
Bagian dalam keraton yang hanya dapat dikunjungi oleh masyarakat sebanyak 2 kali dalam setahun

Kemudian, kita akan memasuki halaman utama. Di bagian ini, ada taman kecil dengan dua patung singa. Patung singa ini merupakan lambang Kasultanan Kasepuhan Cirebon. Kemudian ada bangunan utama Keraton Kasepuhan Cirebon. Pengunjung tidak diperbolehkan memasuki ruangan utama keraton setiap saat. Pengunjung, dapat memasuki keraton dua kali selama setahun, yaitu pada saat Maulid Nabi dan Hari Raya Idul Fitri.

kasepuhan cirebon
Keramik – keramik yang berasal dari Cina ditempel pada dinding – dinding di kompleks keraton

Yang unik dari bangunan keraton ini adalah adanya keramik-keramik dari Cina yang ditempekan pada dinding bangunan keraton dan pagar. Konon, keramik – keramik ini berasal dari Cina, karena istri Sunan Gunung Jati yang merupakan Sultan Cirebon pertama berasal dari Cina.

Museum Pusaka Keraton Kasepuhan Cirebon

museum pusaka cirebon
Bangunan Museum Pusaka yang terdapat di dalam kompleks keraton

Di dalam kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon ini terdapat sebuah bangunan yang berfungsi sebagai museum. Bangunan museum ini relatif baru dibangun. Di dalamnya terdapat berbagai koleksi pusaka milik kerajaan. Sayangnya, walaupun lokasinya berada di dalam kompleks keraton, untuk memasuki museum ini, kita harus membayar tiket masuk. Harga tiket masuknya juga cukup lumayan, yaitu Rp. 25.000,- untuk setiap pengunjung.

baca juga : Wisata Keraton Jogja, Pusat Pemerintahan Ngayogjakarta

Harga Tiket Masuk Keraton Kasepuhan Cirebon

Untuk memasuki kompleks keraton kasepuhan Cirebon, setiap pengunjung akan dikenakan tiket masuk. Harga tiket masuk untuk umum adalah Rp. 15.000,- untuk setiap pengunjung. Saat kita membeli tiket ini, biasanya kita akan langsung dipandu oleh pemandu wisata. Saya pikir pemandu ini sudah satu paket dengan tiket mengingat kita tidak ditanya terlebih dahulu mau menggunakan pemandu atau tidak. Namun ternyata kita harus memberi tips kepada pemandu ini. Besarannya saya tidak tahu pasti, namun kemarin kami memberikan Rp. 50.000,- .

Lokasi Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon berada di pusat Kota Cirebon. Alamat lengkapnya adalah Jalan Kasepuhan No.43, Kesepuhan, Lemahwungkuk, Kesepuhan, Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat 45114. Lokasinya sangat mudah untuk dijangkau. Berikut ini koordinat GPS Keraton Kasepuhan Cirebon yang diambil dari Google Maps.

Nah itulah sekilas pengalaman saya saat berkunjung ke Keraton Kasepuhan Cirebon. Ya, memang bangunan kerajaan ini merupakan sejarah yang perlu dilestarikan. Namun, sebagai pengunjung saya cukup kaget saat tahu harga tiket masuknya. Ya, mungkin karena saya hanya pernah mengunjungi Keraton Ngayogyakarata yang tiket masuknya lebih terjangkau bagi saya. Saya dapat memaklumi soal tiket ini, karena memang saya sadar bahwa perawatan bangunan keraton ini membutuhkan dana yang tidak sedikit.

baca juga : Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, Wisata Sejarah Palembang

Namun yang agak disayangkan adalah adanya pungutan sukarela yang cukup banyak di dalam kompleks keraton Kasepuhan Cirebon. Sebagai pengunjung saya cukup risih dengan hal ini. Mungkin perlu dipertimbangkan untuk menertibkan hal ini. Jika terus dibiarkan, saya rasa dapat membuat pengunjung menjadi kapok dan tidak merekomendasikan kenalannya untuk berkunjung ke tempat ini. Tentunya hal ini dapat merugikan pihak keraton sendiri.

Saya rasa cukup sekian artikel mengenai Keraton Kasepuhan Cirebon kali ini. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih telah berkunjung ke masbei.com, salam Indonesia.