Pesona Keindahan Gunung Ijen Wisata Alam Banyuwangi

Posted on

Pesona Keindahan Gunung Ijen Wisata Alam Banyuwangi. Salam jumpa lagi teman – teman semua, semoga teman – teman sekalian senantiasa dikaruniai kesehatan, lancar rejeki, serta damai dan bahagia oleh Yang Maha Kuasa. Kali ini Mas Bei ingin share pengalaman Mas Bei berwisata ke Gunung Ijen Jawa Timur. Dimana sih itu? Sesuai dengan judul artikel ini, Gunung Ijen Wisata Alam Banyuwangi di Jawa Timur, tepatnya di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso.

Owh, jauh ndak sih itu? Jauh tidaknya sih relatif dari mana teman – teman berada, tapi yang jelas gunung ini merupakan gunung api aktif yang berada di ujung timur Pulau Jawa. Oke langsung saja menuju ke inti artikel, monggo.

Rute Menuju Gunung Ijen Wisata Alam Banyuwangi

Untuk menuju Gunung Ijen ini, Mas Bei bersama teman – teman berangkat dengan menyewa sebuah micro bus. Kami berangkat dari Kota Malang (kebetulan titik kumpulnya di Malang). Perjalanan yang kami tempuh berkisar antara 9 jam (maaf agak lupa, hehehe).

Namun, jika teman – teman berangkat hanya dengan rombungan kecil 3-5 orang, mungkin lebih ekonomis jika teman teman menggunakan angkutan umum reguler, seperti Kereta Api tujuan Banyuwangi, pesawat terbang tujuan Banyuwangi atau bus / travel dengan tujuan Banyuwangi atau tujuan Bali, dan turun di Ketapang, kemudian dilanjutkan kendaraan ke Gunung Ijen.

gunung ijen wisata alam banyuwangi
Patok batas wilayah di Gunung Ijen

baca juga : Tempat Wisata Di Madura Yang Paling Populer

Jalan kaki memburu blue fire di Gunung Ijen Wisata Alam Banyuwangi

Bayangan saya pertama kali adalah sesampainya di Gunung Ijen langsung dapat melihat puncaknya dan paling jalan sebentar lah (sebelum berangkat diceritain temen seperti itu), namun sesampainya di pelataran parkir Gunung  Ijen, bayangan tersebut sirna. Mengapa? Karena ternyata kami harus berjalan kaki sekitar 3 KM, pertama sih dalam pikiran saya oke, ndak papa lah itung – itung olahraga, namun ternyata tidak hanya itu, jalan yang harus kami lalui tersebut memiliki kemiringan 25-35 derajat. Yah, berhubung sudah terlanjur sampai ya mau ndak mau saya lalui.

Kami sampai pelataran parkir sekitar pukul 01.00 WIB. Menurut info dari petugas penjaga pos, jika dapat sampai puncak sebelum jam 5 pagi, masih bisa melihat keindahan blue fire. Oke, berbekal informasi tersebut, kami bergegas berjalan menuju puncak. Namun apa daya, karena sebagian dari kami bukan anggun (anak nggunung) ataupun pecinta alam namun pecinta makan, kami baru mencapai puncak pada pukul 05.30 WIB, dan ternyata untuk melihat blue fire, kita harus turun ke kawah terlebih dahulu.

Yah sehubungan dengan itu, maka dengan ini diputuskan bahwa perburuan blue fire dinyatakan gagal, hiks. Namun demikian, pemandangan di atas puncak Gunung Ijen Wisata Alam Banyuwangi ini ternyata sangat menawan. Yah dapat mengganti kekecewaan kami gagal menemui blue fire.

obyek wisata kawah ijen
Petunjuk arah menuju ke puncak

Penambang belerang di obyek wisata kawah Ijen

Dalam perjalanan menuju puncak Gunung Ijen Wisata Alam Banyuwangi, sering kali kami berpapasan atau didahului masyarakat sekitar. Pada awalnya saya kira itu masyarakat di sekitar Gunung Ijen yang menjadi porter atau berjualan di puncak. Namun perkiraan saya keliru. Di puncak, baru saya ketahui ternyata mereka merupakan penambang belerang dari wisata kawah Gunung Ijen, yang mereka angkut dengan pikulan  menuju ke tempat pengepul / koperasi.

Saya pikir belerang yang mereka angkat itu berkisar antara 15 – 20 kg (terlihat mereka tidak terlalu berat memikulnya)  namun ternyata, mereka mengangkut minimal 60 kg untuk setiap trip, bahkan ada yang 90 kg. Dan hebatnya lagi, menurut salah satu penambang, setiap hari mereka setidaknya menjalani 3 trip. Ironisnya, mereka hanya mendapatkan upah Rp. 950,- s.d. Rp.1.000,- untuk setiap kg belerang yang mereka angkut.

Kalkulasinya, anggap mereka mengangkat belerang maksimal, 3 x 90 x 1.000 = Rp 270.000,-. Besar? Saya rasa tidak, mengingat sekali angkut mereka harus menempuh 3,5 jam jalur yang berbahaya dengan resiko nyawa (jujur, saya cukup ngeri untuk masuk ke dalam kawah, selain terjal, bebatuannya juga cukup licin, dengan perangkat keselamatan yang minim). Selain itu, penambang yang saya tanya-tanyai mengatakan bahwa tidak banyak yang bisa mengangkat 3 x 90 kg, kebanyakan hanya 2 x 90 kg, atau 3 x 60 kg.

wisata kawah gunung ijen
Penambang belerang di Gunung Ijen

baca juga : Tempat Wisata Di Bali Yang Wajib Anda kunjungi

Tips berwisata ke Gunung Ijen Wisata Alam Banyuwangi

Beberapa tips untuk menikmati keindahan Gunung Ijen :
  • Pesona yang banyak diburu wisatawan di Wisata Gunung Ijen adalah fenomena blue fire, jika teman – teman ingin melihatnya, usahakan sampai di pelataran parkir sekitar pukul 12 malam,
  • Bawalah alat penerangan untuk mendaki dalam kegelapan (senter  yang cukup terang),
  • Bawa logistik secukupnya, jika memungkinkan gunakan ransel kecil (biasanya untuk lari / sepedaan),
  • Persiapkan diri untuk melewati jalanan yang menanjak,
  • Yang terakhir, JANGAN PERNAH BUANG SAMPAH SEMBARANGAN, gunung bukan tempat sampah, kantongilah sampah kita, dan buang pada tempat sampah di pelataran parkir.

Saya rasa cukup sekian dulu cerita saya tentang Gunung Ijen Wisata Alam Banyuwangi. Semoga bermanfaat bagi teman – teman sekalian. Kritik, saran, tambahan, komentar dapat teman- teman tuliskan pada kolom komentar di bawah. Oh iya, foto yang lain dapat teman – teman lihat pada galeri Mas Bei. Terima kasih dan Salam Indonesia.