Dugderan, Tradisi Menyambut Ramadhan Di Semarang

Posted on
Saat di kawasan Riau terdapat suatu tradisi Balimau Kasai yang ditunjukkan untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Tradisi ini sama halnya seperti tradisi yang ada di Semarang yang dinamai dengan Dugderan. Suatu tradisi yang memiliki ciri khas tersendiri dan unik ini digelar di kota Semarang sebagai ajang untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Dengan adanya tradisi yang turun temurun, menjadikan tradisi ini sering dinantikan oleh masyarakat dari kota Semarang. Tidak jarang para turis juga akan menantikan tradisi dari kota Semarang ini. Tradisi Dugderan yang ada di kota Semarang dilakukan satu hari sebelum bulan suci Ramadhan. Tradisi ini hanyalah berlangsung di kota lumpia ini saja. Hal inilah yang menjadikan kota Semarang selalu menjadi salah satu icon yang sering dikunjungi oleh para wisatawan.
tradisi dugderan
Tradisi Dugderan merupakan salah satu tradisi masyarakat Semarang yang menjadi magnet yang menarik bagi para wisatawan

Tradisi Dugderan, karnaval pelajar menyambut Ramadhan

 
Tradisi Dugderan dilakukan dengan menggelar suatu karnaval yang ditunjukkan bagi para pelajar yang diawali pada pukul 06.00 pagi dengan rute dari Simpang Lima, Jalan Pahlawan Hingga Taman Menteri Supeno. Sebelumnya rute karnaval yang dilakukan dengan tradisi Dugderan ini dimulai dari Balaikota Semarang, kemudian Jalan Pemuda, Masjid Agung Semarang, Jalan Kartini, Jalan Jolotundo dan Masjid Agung Jawa Tengah.
Tradisi yang ada di kota Semarang Dugderan ini sebenarnya sejak lama digelar dan sudah menjadi salah satu tradisi yang turun temurun. Tradisi Dugderan digunakan sebagai suatu sarana informasi bagi pemerintah Semarang kepada masyarakat untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Pada umumnya tradisi ini juga dilengkapi dengan beberapa pelengkap lainnya.
tradisi dugderan semarang
Dugderan merupakan karnaval yang ditujukan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan

Asal- usul nama Tradisi Dugderan

Seperti namanya, Dugderan ini berasal dari kata dugder yang berasal dari perpaduan bunyi dug dug dan bunyi meriam yang mengikuti setelah itu diasumsikan dengan derr, dengan adanya arti dari kata makna Dugderan ini sering dilengkapi dengan beberapa peralatan yang akan membuatnya lebih terkesan berwarna di memiliki nilai filosofi tersendiri.
Pada mulanya tradisi ini diawali dengan adanya suatu upacara dan kemudian diberi warna dengan karnaval. Ada salah satu hal yang menjadi ciri khas dari karnaval Dugderan ini yaitu warak ngendog. Dengan adanya ciri khas dari karnaval Dugderan ini menjadikan karnaval ini semakin unik dan semakin menarik perhatian para masyarakat, khususnya masyarakat di kota Semarang. Warak ngendog sendiri merupakan suatu jenis binatang rekaan dengan memiliki mulut menganga lebar serta lidah yang menjulur keluar. Warak inilah yang menggambarkan hawa nafsu manusia.
Ketika anda melihat traddisi Dugderan  ini, pasti anda akan melihat jika warak ngendog ini akan di rantai di kakinya. Hal ini memberi suatu symbol bahwa dibulan Ramaddhan, manusia harus menahan hawa nafsu selama berpuasa. Gandengan arti kata ngendok di bagian belakangnya sebagai suatu simbol pahala bagi yang telah berhasil menahan hawa nafsunya selama berpuasa. Hal inilah yang menjadi warak ngendok sering dijadikan sebagai ciri khas untuk menyambut bulan suci Ramadhan bagi masyarakat Semarang.
wisata indonesia
Warak ngendok yang diarak pada tradisi Dugderan menggambarkan hawa nafsu manusia yang harus ditahan selama bulan suci Ramadhan
Dan untuk memberikan visualisasi berbagai macam warna warni kertas dibuat untuk menghiasi warak ngendok ini, dengan adanya pernak-pernik karnaval yang sering diadakan di kota Semarang untuk menyambut bulan suci Ramadhan, menjadikan masyarakat Semarang senantiasa menanti-nantikan tradisi yang satu ini, sehingga seringkali tradisi ini selalu ramai dikunjungi oleh para masyarakat karena memang tradisi ini hanya dilakukan 1 kali dalam setahun yaitu saat menjelang bulan suci Ramadhan.
Demikian artikel kami mengenai Dugderan, tradisi menyambut Ramadhan di Semarang. Semoga dapat bermanfaat dan terima kasih.